Selamat datang di rumah maya nya Rajim
Tips & Trik
Tips & Trik
Tips buat yang mau ngambil MBA ke Luar Negeri
Apr 8th
Ini dapat dari thread di kaskus, di share oleh dgn nick nujail
Aku copas ajah ke sini, maybe berguna di kemudian hari :
1. Belajar GMAT yang bener … Kuncinya semua di GMAT, kalo loe bisa dapet GMAT diatas 650 loe punya kesempatan untuk dapet beasiswa. Kalo mau meningkatkan GMAT ada banyak caranya beli buku yang ngebahas tentang soal2 latihan GMAT kalo perlu ikut les. Gue dulu ikut lesnya Nick Pascal gue gak tau orang ini masih di Jakarta gak soalnya dia Assistant Professor dari MIT (yes it’s the MIT) yang lagi dapet proyek sama Garuda. Ikut kelasnya dijamin naik nilainya. Nilai gue dari 590 naik ke 660 hanya ikut yang Basic coba kalo gue ada waktu untuk ikut yang Advance dan tingkat lanjutnya (gue lupa nama levelnya) bisa dapet 700 lebih …. BTW umur gak terlalu ngaruh lho, gue ikut kelasnya umur gue udah 29 jadi untuk yang merasa udah tua kayak gue jangan patah semangat ya.
Memindahkan Situs Joomla Anda ke NIMHOST
Dec 11th
NIMHOST – Memindahkan Situs Joomla Anda ke NIMHOST
Tutorial ini di buat untuk memberikan informasi bagaimana cara memindahkan situs Joomla anda ke server NIMHOST – Layanan Web Hosting, Indonesia, Murah, cPanel, PHP, Fantastico, Torrent Provider (“NIMHOST”)
Walaupun tutorial ini di buat untuk memberikan informasi bagaimana memindahkan situs Joomla anda dari tempat hosting anda yang lama ke account hosting anda di NIMHOST, namun pada dasarnya informasi ini dapat digunakan untuk memindahkan situs Joomla anda ke server manapun selama server tersebut mendukung penggunaan PHP dan mySQL.
Let’s begin the tutorial.
Anda dapat meng-install atau membuat Joomla di account NIMHOST anda melalui fasilitas Fantastico Deluxe yang dapat anda temui di control panel hosting anda, akan tetapi ada beberapa hal di mana anda ingin men-transfer atau memindahkan situs Joomla yang anda miliki ke account hosting anda di NIMHOST.
Hal ini bisa di sebabkan karena sebelumnya anda telah memiliki situs Joomla yang telah di taruh di provider hosting lain dan memilih untuk memindahkan situs anda ke NIMHOST atau anda memiliki situs Joomla yang sudah anda kerjakan di komputer anda.
Proses pemindahan ini terdiri dari 3 langkah, yaitu :
* Export atau Dump dan import mySQL database anda yang digunakan oleh situs Joomla anda sebelumnya dengan menggunakan phpMyAdmin
* Rubah konfigurasi situs Joomla anda agar sesuai dengan informasi yang ada di account hosting anda, perubahan konfigurasi ini dapat dilakukan pada file configuration.php
* Upload file-file Joomla anda ke account hosting anda yang berada di NIMHOST
Export / Dump dan Import mySQL Database
Hal-hal yang di perlukan untuk melakukan export dan import mySQL Database
* phpMyAdmin harus di miliki, baik itu di server lama anda ataupun di server baru anda.
* Sebuah browser, bisa menggunakan Internet Explorer atau Firefox.
Meng-export mySQL Database
Untuk memulai meng-export database Joomla yang telah anda buat sebelumnya anda dapat masuk ke control panel hosting anda kemudian pilih menu yang bertuliskan “phpMyAdmin”.
Kemudian setelah itu pilih database yang ingin anda export, dalam contoh ini akan digunakan nama database “joomla”.
Anda dapat memilih nama database melalui drop-down menu yang ada di sebelah kiri atas (catatan : hal ini hanya di lakukan apabila account anda memiliki banyak nama database).
Kemudian setelah memilih nama database yang ingin anda export, anda dapat melanjutkannya dengan memilih menu yang bertuliskan “Export” yang berada di bagian atas.
Setelah masuk ke menu “Export” anda dapat meng-klik tulisan “Select All” sehingga seluruh table yang ada di dalam database itu akan di export semuanya.
Kemudian pilih “Complete Insert” pada bagian “Data”.
Sebagai tambahan anda juga dapat memilih “Add Drop Table” apabila di situs hosting anda yang baru telah tersedia table-table Joomla.
Pilihan-pilihan lainnya dapat di abaikan.
Setelah langkah-langkah di atas di lakukan, langkah selanjutnya adalah menuju bagian “Save as file” dan pilih pilihan “zipped” atau “gzipped”, kemudian pencet / klik tombol “Go”
Setelah hal itu dilakukan maka akan keluar “Save as … ” dialog.
Simpan file tersebut di komputer anda karena file ini akan digunakan untuk meng-import database lama anda ke database yang baru.
Meng-import mySQL Database
Sebelum database yang telah anda export dapat di import, database yang baru perlu di buat terlebih dahulu dan akses untuk user harus di berikan.
Caranya dengan login ke control panel anda kemudian pilih menu “MySQL Database”.
Setelah masuk ke dalam menu “MySQL Database” kemudian anda dapat membuat database baru anda dengan memasukkan nama database yang anda inginkan (sebagai contoh di sini menggunakan nama “joomla1″) dan klik “Add Database”.
Setelah itu anda harus membuat user yang dapat memiliki akses ke database tersebut.
Masukkan username dan password yang anda inginkan kemudian klik “Add User”.
Langkah selanjutnya adalah menambahkan akses user tersebut ke dalam database yang sudah anda buat dengan memilih nama user dan nama database dari drop-down menu yang ada kemudian berikan centang “All” privileges dan kemudian klik “Add User to Database”.
Sekarang username dan database yang baru telah selesai di buat.
Langkah selanjutnya adalah menuju menu “phpMyAdmin” yang ada di control panel account anda di NIMHOST.
Setelah anda masuk ke halaman phpMyAdmin, langkah selanjutnya adalah anda memilih nama database yang baru saja anda buat, kemudian pilih menu “Import” dari menu yang ada di atas (menu ini akan terlihat setelah anda memilih nama database)
Setelah berada di halaman “Import”, klik “Browse” untuk memasukkan file yang berisi database yang sudah anda export sebelumnya, kemudian langkah terakhir dengan meng-klik tombol “Go” untuk memulai proses import database.
Apabila proses import berhasil dengan baik maka akan keluar tulisan yang mengatakan bahwa import telah berhasil dan jumlah query yang di eksekusi (“Import has been successfully finished, 267 queries executed”)
Selamat anda telah berhasil memindahkan database anda ke account hosting anda yang berada di NIMHOST dan melalui langkah pertama untuk memindahkan situs Joomla anda.
Sekarang kita akan lanjutkan ke step / langkah ke-2
Memodifikasi file configuration.php
Langkah ke-2 dari memindahkan situs Joomla anda adalah memodifikasi file configuration.php agar sesuai dengan informasi account hosting anda yang berada di NIMHOST.
File configuration.php dapat anda temukan pada root folder di situs Joomla anda yang lama.
Anda dapat meng-edit file ini dengan menggunakan “Dreamweaver” atau “Notepad”.
Berikut adalah petunjuk untuk merubah konfigurasi di file configuration.php
<?
$mosConfig_MetaAuthor = ’1′;
$mosConfig_MetaDesc = ‘Joomla – the dynamic portal engine and content management system’;
$mosConfig_MetaKeys = ‘Joomla, joomla’;
$mosConfig_MetaTitle = ’1′;
$mosConfig_absolute_path = ‘/home/user/public_html/’; * Sesuaikan dengan informasi account hosting anda
$mosConfig_admin_expired = ’1′;
$mosConfig_allowUserRegistration = ’1′;
$mosConfig_back_button = ’1′;
$mosConfig_cachepath = ‘/home/user/public_html/cache’; * Sesuaikan dengan informasi account hosting anda
$mosConfig_cachetime = ’900′;
$mosConfig_caching = ’0′;
$mosConfig_db = ‘dbname’; * Isikan dengan nama database yang telah anda buat di step 1
$mosConfig_dbprefix = ‘jos_’;
$mosConfig_debug = ’0′;
$mosConfig_dirperms = ”;
$mosConfig_editor = ‘tinymce’;
$mosConfig_enable_log_items = ’0′;
$mosConfig_enable_log_searches = ’0′;
$mosConfig_enable_stats = ’0′;
$mosConfig_error_message = ‘This site is temporarily unavailable.<br /> Please notify the System Administrator’;
$mosConfig_error_reporting = ‘-1′;
$mosConfig_favicon = ‘favicon.ico’;
$mosConfig_fileperms = ”;
$mosConfig_fromname = ”;
$mosConfig_frontend_login = ’1′;
$mosConfig_frontend_userparams = ’1′;
$mosConfig_gzip = ’0′;
$mosConfig_helpurl = ‘http://help.joomla.org’;
$mosConfig_hideAuthor = ’0′;
$mosConfig_hideCreateDate = ’0′;
$mosConfig_hideEmail = ’0′;
$mosConfig_hideModifyDate = ’0′;
$mosConfig_hidePdf = ’0′;
$mosConfig_hidePrint = ’0′;
$mosConfig_hits = ’1′;
$mosConfig_host = ‘localhost’;
$mosConfig_icons = ’1′;
$mosConfig_item_navigation = ’1′;
$mosConfig_lang = ‘english’;
$mosConfig_lifetime = ’900′;
$mosConfig_link_titles = ’0′;
$mosConfig_list_limit = ’30′;
$mosConfig_live_site = ‘http://yourdomain.com; * URL situs Joomla anda yang baru
$mosConfig_locale = ‘en_GB’;
$mosConfig_mailer = ‘mail’;
$mosConfig_mailfrom = ‘ <!–[if !vml]–>02f586352166d6f1dcd78160bf3b7e3f<!–[endif]–> ‘;
$mosConfig_multilingual_support = ’0′;
$mosConfig_multipage_toc = ’1′;
$mosConfig_offline = ’0′;
$mosConfig_offline_message = ‘This site is down for maintenance.<br /> Please check back again soon.’;
$mosConfig_offset = ‘-10′;
$mosConfig_offset_user = ’0′;
$mosConfig_pagetitles = ’1′;
$mosConfig_password = ‘password’; * Isikan dengan password yang telah anda buat di step 1
$mosConfig_readmore = ’1′;
$mosConfig_secret = ‘qYwasdloRtdEwsa’;
$mosConfig_sef = ’0′;
$mosConfig_sendmail = ‘/usr/sbin/sendmail’;
$mosConfig_session_life_admin = ’1800′;
$mosConfig_session_type = ’0′;
$mosConfig_shownoauth = ’0′;
$mosConfig_sitename = ‘My Joomla Site’;
$mosConfig_smtpauth = ’0′;
$mosConfig_smtphost = ‘localhost’;
$mosConfig_smtppass = ”;
$mosConfig_smtpuser = ”;
$mosConfig_uniquemail = ’1′;
$mosConfig_user = ‘dbuser’; * Isikan dengan username yang telah anda buat di step 1
$mosConfig_useractivation = ’1′;
$mosConfig_vote = ’0′;
setlocale (LC_TIME, $mosConfig_locale);
?>
Setelah anda melakukan perubahan pada file configuration.php sekarang saatnya untuk melangkah ke langkah ke-3.
Upload File
Ada 2 cara untuk meng-upload file-file Joomla anda.
* Anda dapat menggunakan FTP untuk meng-upload seluruh Joomla files anda ke account hosting anda di NIMHOST, tapi apabila anda memiliki koneksi yang tidak cukup cepat dan Joomla files terdiri dari 1000 lebih file, meng-upload menggunakan FTP dapat memakan waktu yang cukup lama.
* Anda dapat meng-compress seluruh file dan folder yang ada di situs Joomla anda ke dalam .zip atau .gz file
File ini dapat di upload ke account hosting anda di NIMHOST dengan menggunakan FTP atau menggunakan “File Manager” yang tersedia di account hosting anda.
Upload file yang sudah anda compress tersebut ke dalam direktori public_html, kemudian anda dapat meng-uncompress file tersebut dengan cara login ke control panel anda dan pilih menu “File Manager”.
Sumber : http://nimhost.com/memindahkan-situs-joomla-anda-ke-nimhost/nimhost-memindahkan-situs-joomla-anda-ke-nimhost.html
Konfigurasi Name Server Mini pada FreeBSD 4.10 Bagian I
Jul 14th
Iseng-iseng browsing tentang NAT di google, ehh ternyata ketemu tulisan saya yang udah lama kira-kira tahun 2004.
Konfigurasi Name Server Mini pada FreeBSD 4.10 Bagian I
Terlebih dahulu saya mohon izin jika tulisan ini mungkin sudah sangat basi buat para freebsd expert mania, tetapi tulisan ini sangat berguna bagi kami para pemula dalam sistim operasi freebsd ?. Tulisan ini muncul karena saya ingin membuat name server pribadi sendiri dengan menggunakan jaringan local pada satu komputer dan memiliki koneksi intenet yang fungsinya nanti bisa bermacam-macam pada jaringan tergantung kreatifitas kita seperti webserver, mailserver, server internet kalo yang ini nanti menyusul membuat server internet untuk jaringan kost-kostan Ok.. baiklah saya akan mulai dari awal nih !!! Diasumsikan kita sudah menginstall sistim operasi FreeBSD di komputer kita ? , saya sendiri menggunakan FreeBSD 4.10 yang saya install di Notebook saya dengan memakai bantuan Microsoft Virtual Server (jadi saya bisa buat jaringan virtual dengan satu PC aja .. xe xe tulisannya akan menyusul kemudian) Baiklah di sini saya menggunakan IP address 192.168.1.55 dengan Gateway 192.168.9 dan DNS 202.51.236.148 NB : Named aka otomatis terinstall sewaktu kita menginstall FreeBSD dan dapat kita cek dengan menggunakan perintah : ns1# ps ax | grep named 71 ?? Is 0:00.11 /usr/sbin/named 149 p0 S+ 0:00.01 grep named ns1# contoh di atas menyatakan bahwa named sudah terinstall dengan baik dan jika belum kita bisa install dengan cara masuk ke direktory stand dan menjalankan ./sysinstall kemudian pilih Configure dan Service serta set named enable to YES 1. Hal Pertama yaitu setting UP ip address untuk komputer Perintahnya : ns1# cd /etc ns1# ee rc.conf # This file now contains just the overrides from /etc/defaults/rc.conf. inetd_enable=”YES” kern_securelevel_enable=”NO” linux_enable=”YES” nfs_reserved_port_only=”YES” sshd_enable=”YES” ifconfig_de0=”inet 192.168.1.55 netmask 255.255.255.0″ defaultrouter=”192.168.1.9″ hostname=”ns1.rajim.net” named_enable=”YES” nah kemudian tekan CTRL + C kemudia ketik exit. Nah kemudian edit file /etc/resolv.conf dengan mengisikan nameserver menjadi 127.0.0.1 (hal ini bertujuan agar box kita dijadikan sebagai name server gitu ?) Sekarang kita akan masuk bagian konfigurasi agar localhost.rev yang nantinya berfungsi agar ip loopback 127.0.0.1 dapat di reverse ke localhost Kita masuk ke direktory /etc/namedb direktory default named ns1# cd /etc/namedb ns1# sh make-localhost ini bertujuan untuk menggenerate file localhost.rev ns1# ls PROTO.localhost-v6.rev localhost-v6.rev.BAK make-localhost PROTO.localhost.rev localhost.rev named.conf localhost-v6.rev localhost.rev.BAK named.root kemudian kita reboot pc kita agar setting yang kita buat tadi hidup, setelah itu kita aktifkan bind dengan cara mengetikkan ns1# named untuk melihat log kita dapat megetikkan ns1# tail /var/log/messages Jan 19 18:29:34 ns1 named[193]: starting (/etc/namedb/named.conf). named 8.3.7- REL Tue May 25 21:15:41 GMT 2004 root@perseus.cse.buffalo.edu:/usr/obj/us r/src/usr.sbin/named Jan 19 18:29:34 ns1 named[193]: limit files set to fdlimit (1024) Jan 19 18:29:34 ns1 named[194]: Ready to answer queries. Kemudia kita akan test nameserver kita dengan cara mengetikkan nslookup ns1# nslookup Default Server: localhost.rajim.net Address: 127.0.0.1 Atau untuk lebih jelas kita ketik host ns1# host 127.0.0.1 1.0.0.127.IN-ADDR.ARPA domain name pointer localhost.rajim.net ns1# atau juga kita bisa test host dan nslookup khan situs luar ns1# host www.yahoo.com www.yahoo.com is a nickname for www.yahoo.akadns.net www.yahoo.akadns.net has address 216.109.118.64 www………… ns1# ns1# nslookup Default Server: localhost.rajim.net Address: 127.0.0.1 > www.google.com Server: localhost.rajim.net Address: 127.0.0.1 Non-authoritative answer: Name: www.google.akadns.net Address: 64.233.189.104 Aliases: www.google.com pc kita kita sudah terinstall nameserver sekarang tinggal kreatifitas kita untuk mengembangkan pc kita untuk memberikan service2 lainnya dalam jaringan yang tentunya akan muncul pada tulisan bagian berikutnya.
Thanks to : Pak Berny, Pak Adnan & Staff UNIKOM Reverensi : Google.COm
Membuat Gateway/Router dengan NAT pada FreeBSD untuk server internet
Jul 14th
Iseng-iseng browsing tentang NAT di google, ehh ternyata ketemu tulisan saya yang udah lama kira-kira tahun 2004.
Hehhe.. masih ingat dengan tulisan perdana saya yang sudah ketinggalan zaman tengtang konfigurasi name server mini pada so freebsd 4.10.Pada bagian ini aku tulis lagi sambil aku lagi ngeset gateway untuk internet sharing.
Diasumsikan disini icmp tidak di blok oleh server warnet maupun dari ISP sendiri, jadi kesimpulanya dengan ip local tersebut kita bisa ping-pingan keluar lah (maksudnya bisa ngeping ke situs/ip luar contoh : ping google.com dan ngereply J). Nah seingat saya kemarin langkah pertama yaitu menjadikan freebsd kita sebagai gateway.
Nah gambaran kecil konfigurasi jaringannya adalah seperti ini :
ISP – gateway-narasumber – iplocal kita – client / kost2-an
IP ISP – 200.10.3.254 – 200.10.3.235 – 10.10.10.1
disini iplocal kita yang 200.10.3.235 akan kita setting sebuah gateway agar client ip 10.10.10.2 – 10.10.10.x bisa ngeping server narasumber terlebih dahulu, soalnya jika ngereply berarti ngeping ke ip rusia juga pasti ngereply J (logikanya)
Mesin kita tadi kita aktifkan dolo menjadi gateway, untuk mengaktifkannya kita edit rc.conf, isikan gateway_enable=�YES�
First Step : Kita aktifkan dolo nat nya pada rc.conf
defaultrouter=”200.10.3.254″
gateway_enable=”YES”
kern_securelevel_enable=”NO”
sshd_enable=”YES”
usbd_enable=”YES”
ipmon_enable=”YES”
ipmon_flags=”-Ds”
ipnat_enable=”YES”
ipnat_program=”/sbin/ipnat”
ipnat_rules=”/etc/ipnat.rules”
ipnat_flags=”"
ipmon_enable=”YES”
ipmon_program=”/sbin/ipmon”
ipmon_flags=”-Ds”
ifconfig_rl1=”inet 10.10.10.1 netmask 255.255.255.0″
ifconfig_rl0=”inet 200.10.3.235 netmask 255.255.255.0″
defaultrouter=”200.10.3.254″
hostname=”rajim.unikom.ac.id”
sshd_enable=”YES”
nah kemudian kita set ipnat.rules nya pada direktori /etc/ipnat.rules
map rl1 10.10.10.0/16 -> 200.10.3.235/32
map rl0 10.10.10.0/16 -> 200.10.3.235/32
arti tulisan diatas adalah semua paket yang datang dari ip 10.10.10.0/16 menuju keluar akan di map (dipetakan) ke ip 200.10.3.235 sehingga seolah-olah ip ini akan meneruskan request tersebut dan itulah fungsinya nat
nah sudah selesai tinggal reboot omputer nya terus pada client isikan ip gateway nya 10.10.10.1 dan coba test ping ip luar ( ingat ip bukan domain karna dns nya belum di set ). Agar dari ip 10.10.10.2 – 10.10.10.x bisa ngeping nama domain kita isikan ip dns
dari ISP karna kita belum ada nameserver, untuk client linux isikan pada resolv.conf ip nameserver nya jamin dah pasti ngereply asal dari rule yang diatas di penuhi termasuk sewaktu kita ngeping dari gateway ke ip luar.
Hehe nah kalo udah jalan tinggal kreatifitas kita ngembanginnya sebab gateway maupun router kita sudah jalan..hueuheu.Terus kita coba browsing dan chating pasti jalan tapi kemungkinan agak lag jadi di sini kita perlu pertolongan squid transparent proxy..tapi nanti dulu tunggu saya install dan konfigure dulu baru saya tulis huehueheheuehueuee yang penting client 10.10.10.2-10.10.10.x udah bisa browsing dan chat.
Thanks to : Pak Berny, Pak Adnan & Staff UNIKOM
Reverensi : Google.COm

Recent Comments