Category — Artikel
Perbedaan kuantitatif dan kualitatif pada penelitian
Metode kuantitatif umumnya memiliki sifat:
1. Mengukur tingkat kejadian
2. Menghitung besaran/berapa banyak
3. Membuktikan sesuatu (apakah ada hubungan, ada pengaruh, berapa resikonya, mana faktor yang dominan)
4. Memprediksikan sesuatu variabel berdasarkan variabel lain
5. Tindakan atau eksperimen
6. Membuktikan suatu hipotesa
Related posts
May 6, 2009 1 Comment
Berpikir Serba-sistem dan Berpikir Strategik
Oleh: Dr. M. Shohibul Iman
Kita sering mendengar istilah yang mirip, tapi sesungguhnya berbeda makna, yakni Systematic thinking (berpikir sistematik), Systemic thingking (berpikir sistemik), dan Systems thinking (berpikir serba-sistem). Semua istilah itu berakar dari kata yang sama “sistem” dan “berpikir”, namun menunjukkan konotasi yang berbeda, karena itu memiliki tujuan yang berbeda pula.
Konsep sistem setidaknya menyangkut pengertian adanya elemen atau unsur yang membentuk kesatuan, lalu ada atribut yang mengikat mereka, yaitu tujuan bersama. Karena itu, setiap elemen berhubungan satu sama lain (relasi) berdasarkan suatu aturan main yang disepakati bersama. Kesatuan antar elemen (sistem) itu memiliki batas (boundary) yang memisahkan dan membedakannya dari sistem lain ai sekitarnya.
Related posts
April 17, 2009 No Comments
Sistem Pembayaran Ekspor
Sistem Pembayaran Ekspor
Hasil copas dari berbagai sumber ttg Sistem Pembayaran Ekspor
Adapun sisitem pengiriman yang lazim biasanya dengan mengggunakan peti kemas (kontainer), kargo pesawat dan dalam bentuk curah (bulk) dengan menggunakan mother vessel.
Pengiriman dalam bentuk peti kemas untuk komoditas agrobisnis biasanya antara lain, cengkeh, pala, pinang, cokelat, kopra, gambir, dll. Ukuran peti kemas yang digunakan antara lain 20 feet FCL dan 40 feet FCL ( arti dari FCL adalah Full Container Loading artinya bahwa barang yang dikirimkan berisi penuh 1 kontainer). Sedang pengiriman tidak penuh satu kontainer atau LCL (Less Container Loading) biasanya minyak nilam, minyak daun cengkeh ataupun essential oil lainnya yang disatukan dengan komoditas lainnya dari berbagai supplier atau komoditasnya bisa pula komoditas yang biasanya dikirim satu kontainer penuh yang didalamnya dicampur (mix/consolidation) dengan berbagai komoditas dari supplier yang sama ataupun supplier yang berbeda atau dengan kata lain tergantung dari permintaan dan kesepakatan antara pihak supplier (eksportir) dengan pihak pembeli (importir). Adapula beberapa komoditas yang harus dikirmkan dalam kontainer yang diberi pendingin (reffer) seperti buah dan sayuran.
Related posts
April 9, 2009 11 Comments
Tips buat yang mau ngambil MBA ke Luar Negeri
Ini dapat dari thread di kaskus, di share oleh dgn nick nujail
Aku copas ajah ke sini, maybe berguna di kemudian hari :
1. Belajar GMAT yang bener … Kuncinya semua di GMAT, kalo loe bisa dapet GMAT diatas 650 loe punya kesempatan untuk dapet beasiswa. Kalo mau meningkatkan GMAT ada banyak caranya beli buku yang ngebahas tentang soal2 latihan GMAT kalo perlu ikut les. Gue dulu ikut lesnya Nick Pascal gue gak tau orang ini masih di Jakarta gak soalnya dia Assistant Professor dari MIT (yes it’s the MIT) yang lagi dapet proyek sama Garuda. Ikut kelasnya dijamin naik nilainya. Nilai gue dari 590 naik ke 660 hanya ikut yang Basic coba kalo gue ada waktu untuk ikut yang Advance dan tingkat lanjutnya (gue lupa nama levelnya) bisa dapet 700 lebih …. BTW umur gak terlalu ngaruh lho, gue ikut kelasnya umur gue udah 29 jadi untuk yang merasa udah tua kayak gue jangan patah semangat ya.
Related posts
April 8, 2009 5 Comments
Dahlan Iskan : Lulusan S1 Saja Cukup Tak Perlu MM
Sumber : http://catatandahlaniskan.blogspot.com/2008/09/lulusan-s1-saja-cukup-tak-perlu-mm.html
Salah satu acara saya di Jogja pekan lalu adalah menghadiri konferensi mengenai keterkaitan pendidikan magister manajemen (MM) dengan dunia bisnis. Singkatnya apa yang sebenarnya diperlukan oleh dunia bisnis dari pendidikan manajemen yang ada di Indonesia ini.
Acara yang diselenggarakan di MM UGM Jogja itu dihadiri oleh para pimpinan program MM dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Juga oleh para praktisi bisnis dari perbankan, asuransi, industri oksigen dan juga media seperti saya.
Saya menyampaikan terus terang bahwa saya belum pernah melihat kurikulum di program MM. Saya juga tidak tahu komposisi antara pelajaran teoritis, studi kasus dan magangnya. Bahkan saya belum pernah melihat bagaimana bentuk ijazah MM itu. Kalau saja saya pernah melihatnya, maka saya akan langsung tahu bagaimana membuat hubungan yang akan terjadi.
Related posts
March 28, 2009 No Comments

